Setelah episode yang sangat berat yang kita dapatkan minggu lalu, senang rasanya mendapatkan satu episode yang tidak sepenuhnya menghancurkan jiwa—meskipun lebih dari sedikit mengharukan.
Episode ini mengikuti Ai, salah satu gadis lain dalam kelompok teman Ouran dan Kadode. Mojiya mengajak Ai berkencan saat masa SMA terakhirnya dan mereka pergi berkencan.
Tur bus ini tidak hanya memberi kita pandangan yang lebih luas tentang situasi di sekitar Tokyo—yakni, bahwa beberapa area kota telah ditinggalkan dan dampak serangan Amerika telah meninggalkan awan yang menggantung di atas kota—tetapi juga memberi kita wawasan tentang Ai.
Ai adalah ibu dari kelompok teman-temannya—peran yang tidak terlalu mengejutkan karena dia membesarkan saudara-saudaranya di rumah seorang kerabat karena orang tuanya menolak pindah dari perumahan pengungsi karena pemerintah membayar sewa.
Namun, terlepas dari tindakannya yang mengorbankan diri, dia akhirnya dikuasai oleh rasa bersalah. Sebagian besar dirinya merasa bahwa apa yang dia hadapi adalah keadilan karma.
Orang tuanya mengeksploitasi sistem (dan dengan demikian merampas bantuan dari mereka yang membutuhkannya), dan dia tidak merasa sedih atas kematian Kiho sebagaimana mestinya.