Cyberpunk: Edgerunne Gunakan Tragisnya untuk Mengatasi Trope

Cyberpunk: Edgerunners  tayang perdana pada September 2022 dan mendapat banyak pujian dari para penggemar dan kritikus. Acara tersebut bahkan memicu kebangkitan  Cyberpunk 2077  yang ditonton lebih dari satu juta pemain setiap harinya. Dibuat melalui kerja sama antara CD Projekt Red dan Studio Trigger,  Cyberpunk: Edgerunners  mengikuti kisah tentara bayaran muda David Martinez.

Cyberpunk: Edgerunners adalah serial anime orisinal yang terinspirasi oleh gim video, Cyberpunk 2077. Serial ini menjelajahi dunia yang telah jatuh ke dalam kondisi distopia, yang dipenuhi dengan kejahatan, bahaya, dan perkelahian. Meskipun Cyberpunk: Edgerunners dipuji karena pembangunan dunia dan pengembangan karakternya, epilognya jatuh ke dalam kiasan anime komedi romantis klise, yang sering diabaikan oleh para penggemar.

Akhir yang Memilukan dari Cyberpunk: Edgerunners Mencerminkan Trope Anime yang Usang

Selama bertahun-tahun, animasi Jepang telah menciptakan beberapa cerita romantis. Beberapa anime romantis adalah drama emosional yang dipenuhi air mata dan kecemasan, sementara yang lain adalah komedi romantis ringan yang menunjukkan kepada penggemar betapa menyenangkannya cinta.

Meskipun Edgerunners termasuk dalam genre fiksi ilmiah, serial ini terkenal akan kisah asmaranya, dengan kisah cinta yang berkembang sepanjang 10 episodenya. Hubungan antara David dan netrunner kru, Lucyna Kushinada, menjadi titik fokus acara, yang dengan mudah menjadi puncak dari keseluruhan pengalaman.

Momen-momen menyentuh hati antara David dan Lucyna memikat penggemar, menambah kedalaman dan emosi pada kisah cinta mereka yang menggemaskan.

Meskipun acara tersebut sukses besar, manajer komunitas Jepang CD Projekt Satoru Honma telah berkali-kali mengonfirmasikan bahwa tidak ada rencana untuk melanjutkan acara tersebut, dan mengatakan bahwa Edgerunners dimaksudkan sebagai karya yang berdiri sendiri .

Hal ini menjelaskan mengapa epilog anime tersebut sangat tragis dan meresahkan bagi para penggemar, karena studio produksi tidak mempunyai rencana untuk membuat sekuel dan bertujuan untuk memberikan akhir yang pasti, meskipun itu adalah akhir yang memilukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top