Ada banyak pertarungan dalam One Piece karya Eiichiro Oda yang meninggalkan kesan abadi bagi penonton. Dari Oden vs. Kaido hingga Bajak Laut Topi Jerami yang bertarung habis-habisan melawan CP9, semuanya akan membuat para penggemar tegang dan tak sabar untuk menontonnya. Namun, tidak ada yang dapat menandingi tema dan emosi penting yang ditampilkan dalam Arc Negeri Wano.
Arc ini sendiri merupakan sebuah mahakarya, yang menceritakan pertarungan antara Kaido dan Monkey D. Luffy di Onigashima, di mana kapten Bajak Laut Topi Jerami itu menepati janjinya kepada Kin’emon dan membebaskan negara yang tertutup itu. Meski pertarungannya sangat menarik, sang mangaka memutuskan untuk menambahkan satu kelemahan fatal pada kapten Bajak Laut Beast yang membuatnya kalah dari Luffy.
Keputusan Eiichiro Oda untuk menambahkan kelemahan kritis pada Kaido membuatnya kalah dalam Pertempuran di Onigashima
Pertarungan antara Luffy dan Kaido merupakan alur cerita paling krusial dalam karya Eiichiro Oda yang mengantarkan seri ini hingga tuntas. Alur cerita Wano menghasilkan banyak momen ikonik, tetapi sorotan utama akan tertuju pada bagaimana Luffy membangkitkan Buah Iblisnya, yang membuka Gear 5 yang telah lama ditunggu-tunggu. Alhasil, pertarungannya dengan sang Yonko menjadi lebih berkesan, di mana ia mengalahkan musuh yang merupakan lawan terkuat yang pernah dihadapinya.
Meskipun alur ceritanya berkembang dengan sempurna, berkat kepiawaian Oda-Sensei dalam bercerita, para penggemar mendapatkan pengalaman langsung mengapa orang-orang berkata, “Di darat, udara, dan laut,” dan bagaimana ia adalah “makhluk terkuat di antara semua makhluk hidup.” Akan tetapi, ketika para penggemar mengetahui bahwa keputusan penulis untuk menambahkan satu kekurangan pada antagonis tersebut menyebabkan ia kalah dari Gear 5 Luffy, mereka sangat terpukul.
Seorang penggemar anime populer mengunggah sebuah Short di saluran YouTube-nya, di mana pada awalnya ia mengklaim bagaimana Topi Jerami tidak akan bisa “menyelamatkan Ace jika ada 3 Kaido di sana, bukan para Laksamana.” Ia memuji ketenaran Yonko dan bagaimana ia telah mengembangkan reputasinya selama bertahun-tahun.

